Langit Biru: Secercah Harapan Untuk Generasi Masa Depan

(foto : Dok. Pribadi)
Sobat, diseluruh aspek dalam kehidupan ini sudah pasti ada yang memiliki akibat buruk dan baik bagi lingkungan. Sebagai contoh aspek yang memiliki dampak buruk bagi lingkungan yakni percemaran. Ya, pencemaran atau polusi merupakan sebuah proses masuknya unsur-unsur polutan berbahaya ke dalam atmosfir sehingga dapat menyebabkan menurunnya kadar kualitas pada lingkungan.

Seperti halnya kualitas udara yang kita gunakan untuk kehidupan sehar-hari, juga tergantung dari lingkungannya. Ada kemungkinan disuatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi kesehatan. Demikian pula di suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

Tentu kita sudah tahu dan merasakan bahwa kualitas udara yang kita hirup masih sangat jauh dari apa yang disebut dengan layak, terutama di kota-kota besar dimana seakan kita bernafas di dalam sebuah cerobong asap. Banyaknya zat polutan yang tercampur ke udara bebas membuat keberadaan oksigen tersingkirkan. Meningkatnya kuantitas zat polutan pada atmosfir juga tidak lepas dari dampak yang ditimbulkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang beredar di jalanan dimana kendaraan bermotor ini merupakan sumber pencemar yang paling dominan dalam sumbangsihnya terhadap menurunnya kualitas udara yang kita hirup.
(foto : Dok. Pribadi)
Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia pada 2015 mencapai 121,39 juta unit. dari angka tersebut yang paling banyak adalah sepeda motor dengan jumlah 98,88 juta unit (81,5 persen). Lalu disusul mobil penumpang dengan jumlah 13,48 juta unit (11,11 persen), Selanjutnya mobil barang 6,6 juta unit (5,45 persen), serta mobil bis dengan jumlah 2,4 juta unit (1,99 persen) dari total kendaraan.
sumber data : https://databoks.katadata.co.id
Sungguh perkembangan yang pesat, namun dapat kita bayangkan juga pada tahun-tahun yang akan datang akan semakin banyak lagi jumlah pengguna kendaraan bermotor yang membuat semakin meningkatnya CO2, dimana senyawa ini akan menimbulkan berbagai dampak di wilayah tersebut bahkan sampai global. Dan dampak negatif lain dari hal tersebut adalah terjadinya pemanasan di dunia yang sering disebut sebagai Global Warming.

Lantas bagaimana cara menghadapi permasalahan ini? Kita tentu tidak bisa melarang orang membeli kendaraan bermotor karena itu merupakan hak mereka dalam memiliki kendaraan bermotor sebagai penunjang aktifitas. Kita tentu juga tidak mungkin meminta orang untuk mengganti kendaraan mereka yang lebih ramah lingkungan. Alternatif yang bisa kita lakukan yakni mengganti bahan bakar minyak (bbm) kendaraan bermotor dengan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan, seperti bbm Pertamax yang di produksi oleh Pertamina melalui proyeknya yang disebut LANGIT BIRU.

Mengenal Langit Biru

(foto : Dok. Pribadi)
Ketika sedang suntuk dengan rutinitas pekerjaan yang terkadang rasa bosan melanda. Sebagai pelarian sejenak, biasanya saya lebih memilih merenung dan menikmati langit dari pinggir area persawahan. Dengan tanpa syarat, langit bersedia menghibur diri dan alam menyajikan sebuah pemandangan sederhana namun penuh makna lewat langit birunya. Jika digambarkan dalam situasi langit bewarna biru ini melambangkan ketenangan, warna yang sejuk, damai dan sejahtera di samping memiliki makna masa depan yang lebih baik, optimis, dan penuh harapan baru.

Dalam benak saya berfikir, apakah ditahun yang akan datang kita masih bisa menjumpai suasana alam yang damai dengan nuansa langit biru? Ya, semua itu tergantung dari niat, usaha, sinergi antara masyarakat, pemerintah serta dukungan dari pihak lain yang ingin terus menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Saat ini juga telah banyak perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, dan salah satu contohnya adalah Pertamina.

Pertamina sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan, sudah berpengalaman lebih dari 56 tahun menjalankan kegiatan bisnis. Dengan terus berupaya melakukan perbaikan dan inovasi dalam menciptakan alternatif baru dalam penyediaan sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Dan hadirnya Proyek Langit Biru menjadi bukti perwujudan dan komitmennya.

Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC)
Proyek Langit Biru Cilacap merupakan salah satu proyek yang didirkan oleh pertamina untuk peningkatan spesifikasi gasoline dari semula RON 88 menjadi RON 92. Proyek yang ditargetkan tuntas dalam waktu 34 bulan sejak penandatanganan kontrak tersebut, nantinya akan ada tiga kegiatan utama, yakni melakukan revamping dengan mengubah pola operasi Unit Platforming I dari fix bed catalyst menjadi continuous catalyst regeneration yang memungkinkan kadar oktan dari gasoline yang diproduksi lebih tinggi.

Lalu kenapa ada penambahan kata ‘Cilacap’? karena proyek ini lokasinya berada di RU (Refinery Unit) IV Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Unit Pengolahan IV Cilacap sendiri merupakan salah satu dari 7 jajaran unit pengolahan di tanah air, yang memiliki kapasitas produksi terbesar yakni 348.000 barrel/hari, dan terlengkap fasilitasnya. Kilang ini bernilai strategis karena memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu, proyek ini juga berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar proyek karena mempekerjakan kurang lebih 2.000 tenaga kerja.

Nah, harapanya kedepan proyek langit biru dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan melaluibbm yang ramah lingkungan. Karena apabila proyek ini tuntas maka RU IV Cilacap akan menghasilkan gasoline dengan kadar RON 92 dengan spesifikasi menuju Euro IV yang lebih ramah lingkungan. Oh iya, mungkin sebagian dari anda masih belum tahu apa beda RON 88 dengan RON 92, disini saya akan mencoba menjelaskannya.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari RON. Jadi, RON adalah kepanjangan dari Research Octane Number, atau  juga biasa disebut dengan Oktan.  Jadi bisa dibilang semakin tinggi angka RON, semakin baik juga kinerja mesin kendaraan anda. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis bahan bakar minyak yang digunakan kendaraan bermotor seperti premium (RON 88), pertalite (RON 90) dan pertamax (RON 92).
(infgrafis : Pribadi)
Yang perlu diperhatikan, bahwa saat ini rata-rata mesin kendaraan di Indonesia memiliki spesifikasi minimun yaitu RON 91-92, jadi bisa dibilang pertamax sekarang ini merupakan syarat minimum dalam pengisian bbm dan sekaligus bahan bakar utamanya, disisi lain pertamax sudah pasti ramah lingkungan. Namun, yang terpenting gunakanlah bbm yang memang sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang anda punya untuk mencegah kerusakan yang tidak berarti.

Sementara itu, terkait dengan pekerjaan di proyek langit biru, Pertamina tidak semata hanya menghambil bahan bakar minyak saja, akan tetapi Pertamina juga memperhatikan aspek lain disekitarnya. Dengan mengganti dan menanam kembali pohon yang telah ditebang, supaya untuk tetap menjaga tatanan lingkungan disekitar proyek.
(infgrafis : Pribadi + sumber foto : www.pertamina.com)
Selain menghasilkan bahan bakar minyak yang lebih ramah lingkungan, Pertamina pun peduli dengan kondisi lingkungan di Indonesia demi terciptanya kualitas hidup untuk masa depan lebih baik, melalui beberapa Program CSR Pertamina di bidang lingkungan. Ya, semua itu merupakan bukti komitmen dan tanggung jawab Pertamina terhadap lingkungan hidup.

Menjadi Generasi Langit Biru Yang Berpikir Maju

(foto : Dok. Pribadi)
Bumi merupakan tempat kita hidup dan berpijak sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia di dalamnya. Namun, bumi tidak cukup memenuhi kebutuhan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab, tidak peduli dan bahkan hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Tanggung jawab terhadap kelangsungsan hidup di bumi merupakan tanggung jawab bersama. Menjaga Bumi berarti menjaga kehidupan, masa depan serta kekayaan bangsa kita.

Sebagai generasi milenial yang cerdas dan befikir maju tentunya kita tak ingin bumi yang menjadi tempat tinggal kita menjadi rusak dan kualitas alamnya menurun. Setiap kita dapat membantu menjaga lingkungan dan pelestarian kekayaan alam. Perubahan terkecil yang kita buat dalam hidup dapat membantu menyelamatkan bumi dari pencemaran/polusi udara, diantaranya dengan menjadi #GenLangitBiru.

Generasi Langit Biru adalah genrasi millenial yang lebih mementingkan kualitas hidup untuk masa depan lebih baik. Nah, untuk mencegah terjadinya pencemaran udara yang lebih lanjut hendaknya kita semua ikut menjaga kebersihan udara dan meminimalkan pencemaran udara. Sebagai generasi langit biru sudah saatnya kita peduli dan ikut berpartisipasi dengan melakukan hal-hal sederhana sebagai berikut:

Bersepeda/berjalan kaki ketika hendak berpergian dalam jarak yang dekat.
Kita boleh menggunakan sepeda motor, tapi alangkah baiknya jika bepergian dengan jarak yang tidak begitu jauh dapat ditempuh dengan bersepeda atau jalan kaki. Dengan berjalan kaki dan bersepeda berarti kita juga telah mencintai alam, karena kita ikut serta berupaya dalam menjaga alam ini dari kerusakan akibat polusi udara. Apabila udara dilingkunan bersih maka tubuh kita pun akan bersih. Selain membuat tubuh kita menjadi sehat, jalan kaki dan bersepeda juga dapat mengurangi dampak dari pemanasan global.

Menggunakan jasa transportasi publik untuk mengurangi kemacetan dan polusi.
Adanya transportasi umum baik tradisional maupun modern secara tidak langsung telah meminimalisir polusi udara. Alat transportasi umum dengan berbagai kapasitas menampung beberapa jumlah orang untuk bersama-sama menuju tempat tujuan. Nah, jadi orang tidak harus satu per satu menggunakan kendaraannya sendiri dalam bepergian. Meskipun alat transportasi modern juga mengeluarkan asap, akan tetapi setidaknya dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Selain berperan dalam meminimalisir polusi, transportasi umum juga mengurangi kemacetan.

Memilih pertamax sebagai bahan bakar minyak yang tepat bagi kendaraan.
Kenapa memilih pertamax? karena dengan pembakaran yang lebih efisien dan sempurna, serta emisi gas buang yang dihasilkan oleh bahan bakar pertamax tergolong rendah, maka otomatis bbm ini masuk ke dalam kategori bahan bakar yang Eco Friendly atau ramah lingkungan. Terlepas dari kondisi mesin motor, selain itu pertamax mampu membuat terobosan dalam penggunaan bahan bakar minyak yang berkualitas dan ramah terhadap lingkungan.

Melakukan penghijauan dan penanaman pohon di lingkungan sekitar.
Dengan melakukan penghijauan dan penanaman pohon di area sekitar rumah, serta lingkungan kawasan pemukiman, akan memberikan dampak positif pada kehidupan yaitu dapat mengurangi polusi udara, sehingga kita terbebas dari karbondioksida yang sangat berbahaya setelah terserap dari tumbuhan di sekeliling yang ditanami pepohonan. Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan.

Dari beberapa pernyataan saya diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya untuk mengurangi polusi itu berawal dari kesadaran dan kepeduliaan kita sendiri kepada lingkungan dan tentunya harus ada dukungan dari beberapa pihak termasuk pemerintah, karena jika masyarakat saja yang bergerak dan pemerintah tidak mendukung atau pemerintah saja yang sadar masyarakatnya tidak bergerak maka akan sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.

Kita tentu merindukan udara yang kita hirup begitu sejuk, langit yang kita lihat begitu biru serta lingkungan yang kita tinggali bersih dan sehat. Apabila hal seperti diatas terwujud, maka masyarakat akan lebih produktif dalam setiap melakukan kegiatan karena tanpa terganggu oleh zat-zat polutan dan tanpa terganggu oleh penyakit yang disebabkan zat-zat polutan, sehingga tingkat kesejahteraan masarakat akan meningkat pula. Dengan demikian, akan ada secercah harapan untuk generasi masa depan.

Oleh :
Moch Achsanul In'am
Sumber foto & data :
Dokumentasi Pribadi
www.pertamina.com
www.cnnindonesia.com 
databoks.katadata.co.id
retailnews.asia
Previous
Next Post »
Thanks for your comment