Maafkan Aku Yang Terlalu Berharap Lebih Padamu

Waktu rasanya berjalan begitu cepat, sejak awal pertemuan sampai berujung pertemanan. Tanpa kuduga dan segaja timbul rasa yang beda setiap jumpa denganmu. Aku merasa kehadiranmu sebagai penyemangat dalam hidupku, aku pun merasa senang, jadi gampang tersenyum, tertawa dan lain sebagainya. Entahlah perasaan ini melebihi dari teman biasa. 

Aku yang awalnya bersikap biasa terhadapmu tiba-tiba saja berubah. Kamu sakit aku ikut cemas, kamu nggak ada akupun merasa sepi. Sikapmu tidak seperti sikapku, Perhatianmu tidak seperti perhatianku. Tatapanmu tidak setajam tatapanku kepadamu. Lalu, salahkah aku jika mencintaimu lebih dari seorang teman? Tentu salah, Aku memang tidak tau diri karena sudah mencintai orang yang nggak akan mungkin mencintaiku. Apa mungkin kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini? Sepertinya tidak ya sangat tidak mungkin.

Aku memaklumi jika dirimu mungkin memang belum paham dengan perasaanku. Karena kamu tidak sepertiku yang selalu sibuk memikirkanmu setiap waktu. Terkadang sikapmu menyakiti perasaanku namun aku selalu memaafkanmu. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu, Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus. Ku kira kamu akan membalas dengan cintamu juga, Tapi apa daya kamu memang tidak mencintaiku, memang akunya yang salah terlalu terlalu banyak berharap dan bermimpi untuk bisa memilikimu seutuhnya.

Perlahan aku menyadari, mungkin diriku terlihat biasa dimatamu. Posisiku sekarang memang bukan seorang PNS, Polisi, TNI atau profesi lain yang mungkin bisa lebih mengambil hatimu. Aku akui itu, asal kamu tau aku saat ini sedang berjuang, berusaha sekuat tenaga dan pikiran untuk mengejar karir yang lebih baik dan berproses menjadi orang yang sukses.

Namun kembali lagi, aku tidak ingin memaksamu untuk jatuh hati padaku. Jika menurutmu aku orangnya terkesan biasa-biasa saja, sederhana, pendiam, pemalu dan lain sebagainya. Ya memang begitulah diriku.

Aku tidak bisa berbicara banyak tentang cinta. Untuk sekarang aku tidak bisa apa-apa selain melihatmu, membicarakan namamu dan aku berdoa sekaligus memohon kepada Sang Pencipta agar kamu baik-baik saja. Sebenarnya aku ingin bertemu berbicara lebih ke kamu tapi aku malu, Karna aku bukan siapa-siapa bagimu dan kini sudah ada sosok lain yang sudah mengisi hatimu.

Maaf jika tingkahku membuatmu merasa tidak nyaman.
Maaf jika aku terlalu mengatur setiap gerakmu.
Maaf jika kamu merasa terpenjara atas sikapku.
Maaf jika aku membuatmu tidak bebas.
Maaf jika aku terlalu berlebihan.
Maaf jika caraku menyayangimu salah.
Maaf aku yang terlalu berharap lebih padamu.

Terimakasih untuk kalian yang sudah pernah mengisi hati ini. Kini aku bersiap melangkah dan menatap masa depan yang lebih baik lagi. Soal siapa yang akan menjadi pelabuhan cintaku yang terakhir, kapan aku akan menemukannya. Biar waktu yang menjawab. Yang aku mau adalah seseorang yang mau menerimaku apa adanya, mencintaiku dengan tulus, dan bisa menjadi pendampingku yang baik kelak.

Tetapi pada intinya sekarang aku akan menyimpan dan menjaga hatiku baik-baik dan akan tiba saatnya nanti kuberikan kepada seseorang yang pantas menerimanya, tidak akan kubiarkan hati ini merasakan sakit akibat ulah yang kuperbuat lagi. Aku yakin dan percaya Allah akan memberikan yang terbaik untukku di masa depan jika aku memperbaiki diriku mulai sekarang.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment