Memupuk Kembali Sikap Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Ketika toleransi diuji kembali, Sobat kalimat ini merupakan bagian dari gambaran peristiwa kehidupan di negera kita tercinta yang mana akhir-akhir ini sedang diuji kembali sikap toleransinya. Yang terbaru dan ramai deperbincangkan di media online dan sosial yakni terkait pemberitaan pembakaran rumah ibadah di Tolikara Papua. Setelah munculnya berita tersebut sontak membuat banyak masyarakat terutama umat yang merasa dirugikan dan para netizen berkomentar, beradu argumen dengan nada negatif.

Jika menilik kebelakang kasus seperti ini memang telah beberapa kali terjadi, mulai yang berselisih paham sampai ke hal yang lain. Melihat fenomena atau kejadian ini tentu dalam hati kecil saya muncul pertanyaan, mengapa hal demikian bisa terjadi? padahal negara kita ini terkenal dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang mempunyai makna berbeda-beda agama dan suku tetapi tetap satu dan padu. Apakah semboyan itu sudah mulai pudar dari pemikiran bangsa ini? entahlah, namun menurut saya pribadi yang harus dikaji dan diterapkan kembali adalah sikap toleransi dan menghargai perbedaan.

"Toleransi adalah sikap saling menghargai antar individu atau anggota masyarakat. Dalam konteks keagamaan, toleransi berarti sikap saling menghargai dan menghormati agama lain. Dengan kata lain kita tidak boleh mengejek–ejek agama lain". (referensi)

Ya, sikap toleransi menghargai perbedaan sangatlah penting dan harus direalisasikan serta dijunjung tinggi dalam sebuah negara yang mempunyai keberagaman baik itu ras, agama, suku dan buadaya terutama di Indonesia. Setiap umat, bebas menjalankan kewajiban ibadah menurut kepercayaannya, tanpa ada larangan dari siapapun. Harapan itu sangatlah diinginkan terjadi dibangsa indonesia ini. bagaimanapun juga tindakan seperti mencaci agama lain, pelarangan ibadah atau pembakaran rumah ibadah itu sangat tidak dibenarkan, hal tersebut tentu sudah melanggar hak dan norma-norma kehidupan di negara kita yang berpedoman pada Pancasila.

Lantas bisakah kita memperkuat kembali sikap toleransi?
Jawabanya.. SANGAT BISA!! Berbicara tentang perdamaian pastinya tidak saja hanya bisa diwujudkan dengan keseragaman, namun juga toleransi terhadap perbedaan. Ada berbagai cara yang bisa masyarakat lakukan untuk menciptakan kehidupan yang damai ditengah-tengah perbedaan. Sebagai contoh dalam islam ada 2 kunci toleransi: Rahmatan Lil alamin & Lakum dinukum waliyadin. Berkah bagi seluruh umat & menghargai perbedaan agama. Disini sudah jelas bahwasanya ketika dilihat perkara secara vertikal, keimanan, keyakinan terhadap suatu ajaran agama, itu perkara individu. Manusia tidak berhak untuk mencampuri hak-hak yang berkaitan dengan individu. Namun dari segi horizontal, sesama manusia, kewajiban secara universal baik itu perintah agama maupun bukan adalah berbuat baik sesama manusia.

Adapun hal lain yang bisa kita ambil dan kita terapkan dalam menjalankan sikap toleransi. Apabila kita mau mencermati bagaimana Indonesia dari dalam, ternyata Indonesia sudah mempunyai modal dasarnya. Apa itu? Pancasila. Ya semuanya sudah terangkum jelas dalam butir-butir Pancasila. seperti sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa mempunyai makna:

  • Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  • Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  • Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  • Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. (referensi)

Nah itulah mungkin yang bisa tulis dan sampaikan, mulai saat ini marilah kita berfikir dan merenungkan sekaligus menginggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Selain itu mari kita pupuk kembali serta junjung tinggi rasa toleransi dan menghargai perbedaan supaya kedepan kita bisa menjadi orang yang cinta damai. terkait masalah konfilk yang akhir-akhir ini bgaimanapun juga haruslah segera diakhiri dengan mengacu hukum yang berlaku juga perundang-undangan yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi juga Hak-hak Asasi Manusia (HAM) dan semoga kasus seperti itu tidak terjadi lagi.

Semoga, kita & negara tercinta Indonesia bisa menjadi lebih damai lagi, saling menghargai, saling tolong-menolong bahu-membahu membangun bangsa dalam bingkai NKRI. Amin Ya Rabbal 'Alamin..
Dan janganlah saling membenci, jangan saling mencari kesalahan oranglain & jelek-menjelekan, jadilah kalian hamba Allah yg bersaudara (HR.Bukhari).
Penulis : Moch Achsanul In'am
Desain Gambar : Buatan Sendiri
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
3 Agustus 2015 00.09 ×

Tapi sejarah telah berulang kali membuktikan, jika agama terasuki politik dan kekuasaan. kebencian terhadap agama lain akan menguat.

Congrats bro Djangkaru Bumi you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment