Konstruksi Ramah Gempa, Inovasi Penyelamat Jiwa

Konstruksi Ramah Gempa, Inovasi Penyelamat Jiwa - Beberapa tahun yang lalu negara kita tercinta Indonesia sering tertimpa musibah bencana alam atau gempa bumi yang terjadi di berbagai tempat penjuru tanah air seperti di jogja, padang, dan lain sebagainya. Diantara musibah yang pernah terjadi tersebut, tentu peristiwa yang paling teringat kuat dalam memori kita adalah Gempa bumi dan Tsunami Aceh. sedikit kita flash back sekaligus mengenang bagaimana peristiwa yang memilukan itu terjadi ketika meluluhlantahkan bumi serambi mekah Aceh.

1 Dekade Aceh Setelah Tsunami | sumber foto : kaskus

Tepat pada hari minggu pagi 26-12-2004 silam terjadi gempa bumi dan tsunami maha dahsyat dengan guncangan berkekuatan 9,1 skala richter yang menimpa beberapa negara didunia yang berbatasan langsung dengan samudra hindia. saat itu kurang lebih 500 ribu nyawa melayang dalam sekejab, dan daerah yang paling parah terkena bencana yaitu Indonesia tepatnya di daerah Aceh, dimana wilayah ini paling banyak menelan korban jiwa dan ribuan banguan hancur lebur. Bahkan menurut data US Geological Survey (USGS), Gempa Aceh menempati posisi gempa berkekuatan terbesar ketiga setelah gempa Chili dan gempa Alaska, selain itu juga menempati peringkat pertama sebagai gempa dengan durasi yang paling lama yaitu sampai 600 detik. Tak lama setelah kejadian itu bantuan masyarakat dunia mengalir deras baik dalam bentuk hibbah, bantuan langsung, relawan, dan lain sebagainya, semua demi satu kata PEDULI! 

Melihat berbagai rangkaian kejadian gempa bumi yang terjadi di indonesia ini, terkadang muncul pertanyaan "Apa yang menyebabkan wilayah Indonesia rawan terjadi gempa?". dari info yang saya baca dari situs inatews.bmkg.go.id, menyebutkan bahwa hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Nah, jalur pertemuan lempeng tersebut berada di laut sehingga apabila terjadi gempabumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.
Jalur wilayah gempa bumi di indonesia (foto by : bmkg.go.id)
Bencana alam seperti gempa bumi memang bisa datang kapan saja dan dimana saja, namun tidak ada salahnya kita berusaha untuk meminimalisir kejadian tersebut supaya tidak merenggut banyak korban jiwa. Lalu langkah apa yang bisa kita lakukan? salah satu cara yang bisa kita upayakan adalah memperhatikan, membuat dan menerapkan kontstruksi bangunan ramah gempa yang dapat meminimalisasi jumlah korban.

Salah satu contoh yang bisa kita ambil ketika peristiwa gempa Aceh 26 desember 2014 silam, dimana ditengah-tengah guncangan gempa yang hebat dan mengakibatkan ribuan bangunan hancur dan runtuh, ternyata masih ada beberapa bangunan yang utuh dan masih koko berdiri sampai sekarang ini. Bangunan tersebut diantaranya Gedung Dinas Perhubungan, Gedung Taspen, Gedung Jiwasraya, gedung SMK 3, RSUD Simeulue, Dinas Kesehatan Simeulue, dan kantor Bappeda Simeulue. Coba anda bayangkan padahal secara letak wilayah simeulue ini sangat dekat dengan pusat gempa, lantas apa yang membuat bangunan-bangunan itu tahan akan gempa? usut punya usut ternyata bangunan tersebut dibuat dengan menggunakan "Konstruksi Sarang Laba-laba" yang merupakan inovasi sekaligus karya anak bangsa. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSSL), sekarang kita akan bahas terlebih dahulu apa itu konstruksi ramah gempa, apa saja kriteria bagunan tahan gempa dan prinsip membuat bangunan tahan gempa.

Konstruksi Ramah Gempa

Apa itu Kontsruksi Ramah Gempa? bangunan ramah gempa adalah bangunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran. dan bangunan tersebut harus memenuhi syarat-syarat berikut:


Selain mengetahui kriteria bangunan tahan gempa, hal yang juga tak kalah penting yaitu prinsip perencanaan bangunan tahan gempa, agar bangunan yang kita tempati aman, stabil, dan tidak mudah roboh saat terjadi gempa. diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Denah Dan Struktur Bangunan Yang Simetris
  • Pemilihan Material Yang Ramah Terhadap Gempa
  • Sistem Konstruksi Penahan Beban

Itulah tiga prinsip yang harus diperhatikan ketika akan membuat bangunan atau konstruksi ramah gempa. Karena di indonesia sendiri masih ada beberapa kontraktor maupun masyarakat yang terkesan asal-asalan tidak memperhatikan kualitas dan standar kelayakan bangunan baik itu material maupun struktur bangunan, sehingga mengakibatkan bangunan yang didirikan tidak mampu menahan goncangan dan getaran saat gempa. Ditinjau dari aspek pengelolaan ada beberapa contoh kekurangpahaman pelaksana konstruksi di lapangan seperti terlihat pada foto-foto berikut ini.

Dari foto diatas terlihat jelas bahwa masih banyak bangunan-bangunan yang dibuat di indonesia kurang memperhatikan standart maupaun kualitas struktur bangunan. sehingga ada yang mengalami keruntuhan kolom, sengkang tidak cukup kuat, desain kolom yang terlalu kecil, dan lain sebagainya. Jadi, kita tidak perlu lagi meyesalkan atau menyalahkan gempanya, tapi sesalkanlah konstruksi bangunannya yang kurang memenuhi syarat baik itu dalam segi perencanaan maupun pada waktu pelaksanaan. Bukan GEMPAnya Tetapi BANGUNANnya !

Konstruksi "Ramah Gempa" Sarang Laba-laba (KSLL)

Konstruksi Sarang Laba-Laba
(foto by KSLL, di edit oleh achsanbjn.blogspot.com)

KSLL atau Konstruksi Sarang Laba-Laba adalah suatu teknologi inovasi pondasi ramah gempa yang bentuknya menyerupai sarang laba-laba dan telah teruji menyelamatkan ratusan bangunan dibeberapa daerah Indonesia. Konstruksi Sarang Laba-Laba sendiri dibuat dengan perhitungan dan ketelitian yang berarti, dimana tentunya selalu ada antisipasi-antisipasi pada saat membangun konstruksi ini. Dan dengan konsep KSLL ini terbukti ampuh menahan beban ketika diterjang gempa bumi yang berskala cukup besar yang seperti terjadi di Aceh beberapa tahun silam.

KSLL merupakan suatu substruktur yang termasuk kedalam jenis pondasi dangkal namun mampu menahan beban vertikal yang cukup besar. Hal ini dikarenakan pondasi KSLL terdiri dari pelat tipis yang diperkaku dengan rib-rib tipis dan tinggi yang saling berhubungan membentuk segitiga-segitiga yang diisi dengan perbaikan tanah sehingga menjadi satu kesatuan komposit konstruksi beton bertulang dan tanah yang kokoh atau kuat, kaku dan mampu menyebarkan semua gaya secara merata ke tanah pemikul sehingga mampu mengantisipasi adanya resiko terjadinya Settlement (penurunan), serta mampu menerima gaya lateral akibat gempa.

Selain itu, KSLL memiliki kekuatan lebih baik dengan penggunaan bahan bangunan yang hemat dibandingkan dengan pondasi rakit, mampu memperkecil penurunan bangunan karena dapat membagi rata kekuatan pada seluruh pondasi dan mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi. Tanah yang digunakan pada KSLL ini dapat diambil dari berbagai jenis tanah, asalkan tanah tersebut dapat dipadatkan. KSLL terdiri dari 85% tanah dan 15% beton bertulang, sehingga KSLL dikatakan ekonomis dalam pembuatannya.

Pengisian tanah pada ruang-ruang KSLL sendiri terinspirasi oleh kerang yang tetap utuh setelah dilindas oleh ban mobil karena kerang tersebut terisi oleh tanah. Sementara itu, bagian dari KSLL yang menyerupai sarang laba-laba adalah susunan tulang KSLL. Tulangan-tulang tersebut disusun melingkar dengan kolom sebagai pusatnya sehingga saat dilihat dari atas seperti sebuah sarang laba-laba.

Berikut penerapan struktur dan pondasi sarang laba-laba pada sebuah bangunan gedung.

  • Tahap Perencanaan : struktur gedung didesain hingga diketahui gaya kolom yang harus dipikul pondasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan settlement sebagai kinerja struktur agar dapat diantisipasi. Dengan gaya yang bekerja, pondasi KSLL didesain supaya didapat dimensi pelat, jarak dan tebal rib, serta detail penulangannya.
  • Tahap Pelaksanaan : dilakukan pekerjaan persiapan yang bertujuan menghasilkan permukaan tanah dengan elevasi yang sudah direncanakan. Kemudian dilakukan pembetonan rib yang dapat dilaksanakan dengan metode cor di tempat (in situ) atau pracetak.
  • Tahap Finishing : setelah rib terpasang, rongga antara rib diisi dengan tanah timbunan dan pasir, lalu dipadatkan dan pelat beton dicor di atasnya, sehingga dihasilkan pondasi KSLL.

Urutan Pelaksanaan KSLL pondasi ramah gempa.
(foto by KSLL, di edit oleh achsanbjn.blogspot.com)
Sistem KSLL kini dapat dan telah diimplementasikan dengan berbagai jenis fungsi dan kondisi bangunan sebagai berikut :

  • Konstruksi pondasi bangunan bertingkat 2-10 lantai
  • Konstruksi landasan pesawat udara/runway, apron, taxyway dan Hanggar
  • Konstruksi pondasi Gudang kelas I
  • Konstruksi pondasi Container yard/terminal peti kemas
  • Konstruksi pondasi menara transmisi tegangan tinggi
  • Konstruksi pondasi menara/tugu, menara air
  • Konstruksi pondasi kolam renang
  • Konstruksi pondasi tangki-tangki minyak
  • Konstruksi Jalan Raya Kelas I
  • Konstruksi pondasi jembatan
  • Konstruksi lantai/pondasi open storage.


Untuk melihat bangunan atau konstruksi mana dan apa saja yang telah dibuat dengan menggunakan KSLL di daerah rawan gempa dan daerah yang memiliki tanah lunak, baik insfrastuktur pemerintah maupun swasta di seluruh wilayah indonesia. anda bisa cek secara lengkap di katama.co.id, Oh iya KSLL sendiri juga telah lolos uji weight deflectometer (HWD) dan falling weight deflectometer (FWD) lokasi di Bandara Juwata Tarakan, oleh Scott Wilson Sdn Bhd, perusahaan publik yang bergerak dibidang teknik dan konstruksi asal Malaysia. dan mereka sangat kagum dengan inovasi KSLL.

Sejarah Penemuan Konstruksi Sarang Laba-laba

Teknologi Konstruksi Sarang Laba-laba (KSLL) pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Surabaya oleh Ir. Ryantori dan Ir. Sutjipto, beliau merupakan putra asli bangsa Indonesia. Kemudian dikembangkan PT. Katama Suryabumi, bersama penemu dan pakar bidang Geoteknik serta pakar struktur/gempa pada tahun 2000 sampai sekarang. Sehingga KSLL saat ini dipegang oleh PT. KATAMA SURYABUMI sebagai pemilik lisensi resmi No.ID 0018808 tahun 2004. Produk-produk inovasi yang telah dikembangkan oleh PT. Katama Suryabumi antara lain JALLA, Matras, Bering, Margaton, & Risha.


Berkat inovasi yang dikembangkan PT. Katama Suryabumi, KSLL memperoleh berbagai penghargaan diantaranya adalah sebagai berikut :
1. UPAKARTI RINTISAN TEKNOLOGI INDUSTRI AWARD 2009 diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.
2. APRESIASI PRODUK ASLI INDONESIA BUMN AWARD 2009, Bidang Inovasi dan Teknologi
3. RISTEK AWARD 2008, Bidang Inovasi dan Teknologi, diterima langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara.
4. INDOCEMENT AWARD 2008, Bidang Manajemen dan Inovasi
5. KONSTRUKSI INDONESIA AWARD 2007, Bidang Teknologi Inovasi Konstruksi Pondasi Ramah Gempa.

Kesimpulan

Kekuatan dan keramahan KSLL terhadap gempa sudah terbukti dapat digunakan di daerah-daerah rawan gempa, diantaranya pada beberapa bangunan pemerintah Aceh yang masih tetap berdiri saat dan setelah mengalami gempa dan tsunami, begitu juga beberapa gedung di Padang yang tetap berdiri kokoh setelah mengalami gempa. Hal ini juga membuktikan bahwa KSLL memiliki kestabilan dan tahanan samping yang tinggi. sesuai dengan judul artikel saya konstruksi ramah gempa, inovasi penyelamat jiwa. untuk mengetahui lebih jelas lagi mengenai KSLL anda bisa play video di bawah ini :

sumber video : youtube

Tak terasa 1 Dekade peristiwa tsunami Aceh telah berlalu, kini saatnya peduli dan membuka mata kita mengenai potensi gempa yang ada di indonesia. Namanya bencana kita pernah tahu kapan akan terjadi, tetapi alangkah baiknya kita mulai sadar dan memperhatikan bangunan gedung ataupun rumah kita supaya ramah terhadap gempa. Maka dari itu kita siapkan segala sesuatunya dengan baik, mulai dari konstruksinya maupun tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa maupun pasca gempa. Ya.. Harapanya semoga negara kita tercinta ini tetap damai dan terhindar dari musibah seperti gempa bumi. amin..

Judul : Konstruksi Ramah Gempa, Inovasi Penyelamat Jiwa
Penulis : Moch Achsanul In'am

Referensi :
bmkg.go.id
katama.co.id
architectaria.com
facebook.com/bataSBCon
facebook.com/KonstruksiSarangLabaLaba


Tulisan ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Memorial 1Dekade Tsunami Aceh yang diselenggarakan oleh Konstruksi Sarang Laba-laba KSLL
Previous
Next Post »