Penguatan Etika dan Religiusitas Anti Korupsi Sejak Dini

Etika dan Religiusitas Anti Korupsi
Penguatan Etika dan Religiusitas Anti Korupsi Sejak Dini
Ketika mendengar kata korupsi mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita sobat. Ya, karena korupsi seakan-akan sudah membudaya di negeri ini tidak hanya dikalangan profesi tetapi juga bisa saja terjadi di kehidupan sehari-hari. Secara umum, Pengertian korupsi adalah perbuatan yang tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Nah, sudah terlihat jelas dari pengertian tersebut bahwa korupsi condong sebagai kegiatan menerima uang yang ada hubungannya dengan profesi atau jabatan tanpa ada catatan administrasinya. Dan bisa disimpulkan kalau korupsi itu perbuatan yang merugikan banyak pihak dan pastinya berdosa.

Masyarakat sendiri sudah geram dengan tingkah laku pejabat yang terlibat dalam korupsi, Bahkan reaksi dan komentar masyarakat pun memuncak ketika mengetahui seorang menteri agama melakukan korupsi. Nah, ditengah ramai-ramainya masalah korupsi, Ada salah satu mahasiswa sebuah universitas di semarang yang melakukan penelitian tentang "Presepsi Masyarakat Terhadap Korupsi di Pemerintahan", Yang mana dalam hasil penelitianya menunjukan bahwa mayoritas masyarakat yang diwawancarai sudah mengetahui adanya korupsi yang terjadi di pemerintahan Kota, Dan responden sendiri menilai bahwa korupsi telah melibatkan tokoh-tokoh kunci di pemerintahan Kota. Sungguh ironis. [sumber][1]

Etika dan Religiusitas Anti Korupsi

Melihat maraknya kasus korupsi di negeri ini, Tentunya membuat kita bertanya-tanya apa yang menjadi penyebab seseorang melakukan tindakan korupsi terutama terkait profesi. Sebelumnya, saya akan mencoba mendiskripsikan atau mengulas tentang Etika dan Religiusitas Anti Korupsi.
Etika
Menurut Bartens (2001:162) Etika adalah nilai-nilai moral yang mendasari perilaku manusia. Disisi lain, Etika sebagai refleksi diartikan sebagai pemikiran atau filsafat moral, Yaitu manusia berpikir atau merenung mengenai apa yang harus dan apa yang tidak harus dilakukan dan bagaimana manusia berperilaku pada situasi konkrit. [sumber][2] 

Jika dikaitkan dengan korupsi maka kita akan dihadapkan dengan suatu kondisi dimana ruang-ruang etika tidak dapat dielakkan. Suatu contoh ketika dalam pemerintahan maka etika bisa dijadikan sebagai alat kontrol. Hal ini dikarenakan ada sebuah nilai yang kemudian diyakini bahkan diamanahkan kepada pemerintah untuk dipegang teguh dalam setiap tingkah laku pemerintahan.
Religiusitas Anti Korupsi
Pembentukan karakter anti korupsi tentunya tidak terlepas dari pendidikan terutama agama, yang mana bisa memberikan harapan perubahan dalam kehidupan berbangsa. Terlebih ketika nantinya kita generasi muda menjadi pejabat atau tokoh penting dalam pemerintahan. Pembentukan karakter anti korupsi seharusnya bisa dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai anti korupsi melalui pendidikan.

Penguatan Etika dan Religiusitas Anti Korupsi Sejak Dini

Dari uraian yang saya jabarkan di atas, Maka bisa kita tarik kesimpulan bahawa Etika dan Religiusitas Anti Korupsi menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan terutama dalam mencegah korupsi. Dimana kedua komponen tersebut harus dilakukan penguatan sejak dini.

Mungkin sekolah atau dikampus bisa melaksanakan penguatan pembelajaran pendidikan agama dalam membentuk karakter anti korupsi melalui kegiatan ekstrakurikuler atau disaat jam pelajaran itu sendiri. Tapi yan paling terpenting harus semua itu dimulai dari diri sendiri dan dibiasakan mulai sejak dini semisal yang harus dilakukan adalah sebagi berikut :
Anti korupsi
Anti korupsi
ketika Etika dan Religiusitas Anti korupsi kita pegang teguh dan diyakini sebagai suatu amanah, maka pertanggungjawabannya bukan hanya pada public melainkan juga kepada Tuhan dan pribadi. Oleh karena itu, jika itu benar-benar kita laksanakan tentunya tindakan penyalahgunaan wewenang seperti korupsi tidak akan terjadi dan sebagai suatu konsekuensi logis maka setiap tindakan korupsi dalam bentuk dan alasan apapun tidak dapat dibenarkan atau menyalahi etika.

Demikian apa yang bisa saya tuliskan semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi kepada kita semua Generasi Anti Korupsi dalam upaya melawan dan memberantas korupsi yang ada disekitar kita. Terakhir, berikut ini ada pesan singkat dari saya :
Korupsi Harus Dilawan, Kebenaran Harus Diperjuangkan
www.globethics.net
www.globethics.net
[NB] : Beberapa sumber materi di atas saya ambil dari www.globethics.net.
Globethics.net adalah sebuah jaringan global yang terdiri dari perseorangan and institusi-institusi yang tertarik pada berbagai bidang di etika terapan. Situs yang menawarkan akses ke sejumlah besar sumber mengenai etika, khususnya melalui perpustakaan etika digital global yang dimiliki dan memfasilitasi web-based riset kolaboratif , konferensi, penerbitan online dan berbagi informasi. Follow twitter : @globethics_indo dan @Globethicsnet
Previous
Next Post »

16 komentar

Click here for komentar
Dede Thea
admin
17 November 2014 02.15 ×

Semoga para kuruptor di negeri ini cepat sadar akan perbuatanya,selain merugikan diri sendiri ( DOSA ) juga merugikan orang lain yang ada di negeri ini,,,,sadarlah wahai para koruptor,,,,

Reply
avatar
Yahya Doank
admin
17 November 2014 04.31 ×

Betul sekali. Korupsi Harus Dilawan, Kebenaran Harus Diperjuangkan

Reply
avatar
17 November 2014 05.39 ×

Budaya korupsi di negeri ini sepertinya sudah mengakar dan merambat ke semua kalangan, gak peduli apakah itu seorang pejabat publik, pegawai negeri, karyawan bahkan sekaliber ustadz dan ulama sekalipun bisa terkena penyakit yang namanya korupsi ini.

Yang lebih memprihatinkan hukuman untuk para sang koruptor bisa dibilang masih lemah sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi si koruptork, ya semoga aja mereka segera sadar atas apa yang mereka perbuat

Reply
avatar
17 November 2014 21.41 ×

kayaknya koruptor mesti di hukum pancung biar pada takut :-)

Reply
avatar
18 November 2014 01.06 ×

mungkin selain mencegah Korupsi sejak dini dengan penguatan etika dan religius. Orang yg Korupsi harus di hukum seberat-beratnya ya Mas, biar ada efek jera juga. Karena selain merugikan orang lain dan diri sendiri. Uang Hasil Korupsi itu juga pasti tidak akan bermanfaat...

Reply
avatar
zach flazz
admin
18 November 2014 02.00 ×

iya bener banget Kang Marnes

Reply
avatar
zach flazz
admin
18 November 2014 02.01 ×

Saya sih setuju banget kalo para koruptor dihukum mati. Titik.

Reply
avatar
zach flazz
admin
18 November 2014 02.02 ×

Apa kabar nih Bang Achsan, lama tak bersua?

Reply
avatar
18 November 2014 03.59 ×

Budaya korupsi sudah mendarah daging dari pusat sampai daerah, jadi mungkin agak susah untuk melenyapkannya di negeri tercinta ini sob..

Reply
avatar
Dian A K
admin
18 November 2014 04.11 ×

Saran, para koruptor tebas saja orangnya. haha :D heheheuu.. :D

Reply
avatar
Inam Achsan
admin
20 November 2014 23.20 ×

alhamdulillah baik mas, iya nih mulai aktif ngeblog lagi.kmren2 disibukan kegiatan dikantor sama kampus :) ini baru ganti template juga

Reply
avatar
Inam Achsan
admin
20 November 2014 23.22 ×

amin... smoga cpet sadar. biar g merugakan orang lain ya mas

Reply
avatar
Inam Achsan
admin
20 November 2014 23.24 ×

setuju mas, harus diberikan hukuman seberatnya2, sudah seharusnya setiap orang untuk membentengi dirinya dengan keimanan supaya tidak tergoda hal negatif seperti korupsi ini

Reply
avatar
Inam Achsan
admin
20 November 2014 23.25 ×

bener banget mas, orang jaman sekarang klo cuman dkasi hkuman 1-2 tahun aja g bakalan kapok, harus ada sanksi yg lebih berat lg biar ada efek jeranya

Reply
avatar
Inam Achsan
admin
20 November 2014 23.27 ×

iya sob, setidaknya budaya antir korupsi harus ditanamkan pada generasi muda supaya nantinya tidak melakukan korupsi. kuncinya pada hukumanya itu sob klo berat saya yakin juga pikir2 buat korupsi

Reply
avatar
Thanks for your comment